Sastra Dalam Puisi Dursasana Peliharaan Istana
Istilah kritik sastra pada zaman modern ini
sangat populer. Dalam puisi berjudul “Dursasana Peliharaan Istana” berdasarkan
tipografinya, puisitersebut termasuk jenis puisi dengan tipografi teratur
dengan jumlah baris dan bait tidak sama. Seperti yang kita lihat dalam puisi
tersebut pengarang menggunakan bait sebagai berikut:
v Bait satu terdapat 16 baris
v Bait dua terdapat 14 baris
v Bait tiga terdapat 10 baris
v Bait empat terdapat 9 baris
v Bait lima terdapat 10 baris
Berdasarkan jumlah baris dari setiap baris di
atas, dapat disimpulkan bahwa bait yang terdapat pada puisi yang berjudul
“Dursasana Peliharaan Istana” mempunyai bait yang berbeda.
Pada puisi “Dursasana Peliharaan Istana”
menggunakan kata-kata yang sudah familier dan dapat dipahami oleh pembaca
meskipun terdapat beberapa kata yag mengalami defamilier (tidak biasa).
Sementara itu diksi yang digunakan pengarang
kebanyakan bermakna konotatif misalnya, tingkah lakunya yang lincah digambarkan
dengan tingkahnya tak mengenal sendi-sendi susila, ia juga melukiskan suatu
masalah yang ada dan dialami istana dengan istilah saat masalahmenggelayuti
tubuh negara.
Bahasa kiasan yang terdapat pada puisi
tersebut antara lain:
v Perbandingan
-
Suara para kawula melesat-lesat bak anak panah
v Metafora
-
Akal-akalan purba yang telanjang menggurita
-
Saatmasalah menggelayuti tubuh negara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar