Kamis, 11 Maret 2021

Sastra Dalam Puisi Dursasana Peliharaan Istana

 Sastra Dalam Puisi Dursasana Peliharaan Istana

    Istilah kritik sastra pada zaman modern ini sangat populer. Dalam puisi berjudul “Dursasana Peliharaan Istana” berdasarkan tipografinya, puisitersebut termasuk jenis puisi dengan tipografi teratur dengan jumlah baris dan bait tidak sama. Seperti yang kita lihat dalam puisi tersebut pengarang menggunakan bait sebagai berikut:

v  Bait satu terdapat 16 baris

v  Bait dua terdapat 14 baris

v  Bait tiga terdapat 10 baris

v  Bait empat terdapat 9 baris

v  Bait lima terdapat 10 baris

    Berdasarkan jumlah baris dari setiap baris di atas, dapat disimpulkan bahwa bait yang terdapat pada puisi yang berjudul “Dursasana Peliharaan Istana” mempunyai bait yang berbeda.

    Pada puisi “Dursasana Peliharaan Istana” menggunakan kata-kata yang sudah familier dan dapat dipahami oleh pembaca meskipun terdapat beberapa kata yag mengalami defamilier (tidak biasa).

    Sementara itu diksi yang digunakan pengarang kebanyakan bermakna konotatif misalnya, tingkah lakunya yang lincah digambarkan dengan tingkahnya tak mengenal sendi-sendi susila, ia juga melukiskan suatu masalah yang ada dan dialami istana dengan istilah saat masalahmenggelayuti tubuh negara.

Bahasa kiasan yang terdapat pada puisi tersebut antara lain:

v  Perbandingan

-          Suara para kawula melesat-lesat bak anak panah

v  Metafora

-          Akal-akalan purba yang telanjang menggurita

-          Saatmasalah menggelayuti tubuh negara

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KRITIK KUMPULAN CERPEN KARYA M. SHOIM ANWAR

  Kritik Kumpulan Cerpen Pada saat ini esai yang dibuat berisikan kumpulan cerpen karya M. Shoim Anwar yang terdiri dari lima cerpen. Kump...